SUBJECT
Subject adalah
noun, pronoun, adjective, atau konstruksi lain (berperan sebagai noun atau
adjective) yang mengikuti verbs of being atau linking verb serta berfungsi
menerangkan atau merujuk subjek kalimat.
·
Subject Complement terbagi menjadi
tiga yaitu: predicate adjective (subjek dihubungkan dengan adjective),
predicate noun (subjek dihubungkan dengan noun), dan predicate pronoun (subjek
dihubungkan dengan pronoun).
·
Complete subject pada dasarnya
dibangun oleh satu atau lebih noun atau pronoun dengan/tanpa tambahan
modifier(s) yang dapat berupaarticle (the, an, an), adjective, dan
prepositional phrase. Adapun gerund dan infinitive dapat pula menempati posisi
subjek.
·
Simple subject berupa noun atau
pronoun tunggal, dengan mengesampingkan modifier(s)-nya. Sedangkan simple
predicate berupa verb ataucompound verb tunggal.
For Exemple
1. Mr. Mamat was a great headmaster
(mr
mamat adalah kepala sekolah yang hebat) headmaster=subject.
2. The very big boarding school in this
country was built in 1980
(sekolah asrama yang sangat besar di negara ini dibangun tahun 1980)
school=subject.
Simple Subject and Simple Predicate
Simple
subject
berupa noun atau pronoun tunggal, dengan
mengesampingkan modifier(s)-nya. Sedangkan simple predicate
berupa verb atau compound verb tunggal.
Contoh
Kalimat
|
Simple
Subject
|
Simple
Predicate
|
Keterangan
|
His new
car tax has
already been paid by his assistant.
(Pajak mobil baru dia telah dibayar oleh asistennya.) |
tax
|
has been
paid
|
his new
car = (pre)
modifier
by his assistant = prepositional phrase |
The very
big boarding school in this country was built in 1980.
(Sekolah asrama yang sangat besar di negara ini dibangun tahun 1980.) |
school
|
was built
|
the very
big boarding= (pre) modifier;
in this country = (post) modifier; in 1980 = prepositional phrase |
Open the
door!
(Buka pintu!) |
“you”
|
open
|
Pada kalimat imperative, subjek
tidak ditulis karena dianggap sudah cukup dimengerti;
door = direct object |
His Uncle
Cal will
not arrive on time.
(Paman Cal akan tidak akan tiba tepat waktu.) |
Uncle Cal
|
will
arrive
|
his =
possessive;
not = adverb; on time= prepositional phrase |
There was a
hounted house.
(Disana ada rumah berhantu.) |
house
|
was
|
there = adverb;
haunted = participle; a = article |
Running may be
hard for overweight people.
(Lari mungkin sulit untuk orang yang kelebihan berat badan.) |
running
|
may be
|
running = gerund;
hard = adjective; for overweight people = prepositional phrase |
To travel is a
bad idea.
(Bepergian merupakan ide yang buruk.) |
to travel
|
is
|
to
travel = infinitive;
is = linking verb; a bad idea = subject complement |
VERB
Verb (kata kerja) adalah suatu kata yang
berfungsi untuk menunjukkan tindakan dari subject, menunjukkan peristiwa atau
keadaan. Verb merupakan satu dari delapan part of speech.
Kata kerja bahasa Inggris tidak selalu
berbentuk simple (satu kata), melainkan mungkin berupa frasa hasil kombinasi
dengan particle menjadi phrasal verb (get in, make up, read over).
Macam-Macam dan Contoh Verb :
Beberapa macam dan contoh verb antara lain
sebagai berikut.
·
Transitive dan Intransitive:
Transitive diikuti direct object (contoh kalimat: The boy kicked the ball),
sedangkan intransitive tidak (contoh kalimat: Cheryl often sneezes while
cleaning).
·
Regular dan Irregular: Pada bentuk
regular, past tense dan participle didapat dengan menambahkan suffix–ed pada
base form sedangkan pada irregular, caranya lebih bervariasi.
·
Action dan Stative: Action (eat,
play) menyatakan bahwa sesuatu terjadi, sedangkan stative (love, need)
menyatakan kondisi yang cenderung tetap.
·
Finite dan Non-Finite: Finite
dipengaruhi tense dan subject-verb agreement, sedangkan non-finite tidak.
·
Linking Verb: menghubungkan
subject of a sentence dengan deskripsinya (contoh kalimat: She is young and
beautiful).
·
Causative: Kata kerja untuk
menunjukkan bahwa subjek tidak bertanggungjawab langsung terhadap aksi yang
terjadi (contoh kalimat: I had my house renovated last week).
COMPLEMENT
·
Biasanya berupa noun (kata benda)
atau noun phrase (frasa kata benda)
·
biasanya terdapat setelah verb
pada kalimat aktif
·
complement menjawab pertanyaan
what (apa) atau siapa (whom)
contoh:
1.
Sarijon bought a cake yesterday
What did Sarijon buy yesterday? –> a cake.
2.
He saw Tony at the movie
Whom
did he see at the movie? –> Tony
3.
I explain pharmacology to my
students
What do I explain to my students? –>
pharmacology
Catatan: Setiap kalimat tidak harus
mempunyai complement.
MODIFIER
Modifier menjelaskan time (waktu), place
(tempat), atau manner (cara) dari sebuah aksi atau perbuatan. Bentuk yang paling umum
dari modifier adalah prepositional phrase (kelompok kata yang dimulai dengan
sebuah preposition dan diakhiri dengan sebuah noun Preposition = on, out,
under, behind, etc…
Modifier menjawab pertanyaan when (kapan),
where (dimana), atau how (bagaimana)
Example :
·
l bought a new pans in the store.
(Where did you buy the new pans? "in The Store").
·
I slept when you were coming last
night. (When were you coming? "last Night").
VERB PHRASE
Ada dua pengertian tentang verb phrase atau
phrasal verb, yang pertama menurut traditional grammar dan yang kedua menurut
generative grammar. Dalam traditional grammar, yang dimaksud dengan verb phrase adalah
kelompok kata kerja utama (main verb) serta kata kerja bantu (auxiliary verb),
atau berupa linking verb. Sedangkan dalam pembahasan generative grammar, verb phrase adalah
predikat dalam suatu kalimat, yang berarti mencakup main verb, auxiliary verb,
berikut complement dan/atau modifier jika ada, namun tidak termasuk subject
kalimat.
Verb
Phrase
Traditional Grammar +/- auxiliary verb + main verb
Generative Grammar +/- auxiliary verb + main verb +/- complement +/- modifier
Catatan:
1. Complement (objek kalimat) dibutuhkan bila main verb adalah transitive
verb.
2. Modifier
bisa berupa adjective, adverb, atau konstruksi lainnya
3. Linking
verb merupakan main verb yang berbentuk to be
Contoh
Kalimat
|
Verb Phrase
|
|
Traditional
Grammar
|
Generative
Grammar
|
|
He eats my
cake
(Dia memakan kueku)
|
eats
|
eats my
cake
|
She will
go to school at six
(Dia akan pergi ke sekolah pada pukul enam) |
will go
|
will go to
school at six
|
They are
happy
(Mereka
bahagia)
|
are
|
are happy
|
TENSES
Tenses adalah hal yang sangat penting dan mendasar ketika
mempelajari bahasa Inggris. Tenses pada umumnya digunakan untuk
membentuk sebuah kalimat dalam bahasa Inggris berdasarkan waktu kejadian atau
peristiwa berlangsung. Dengan kata lain, Tenses memiliki kaitan yang
sangat erat dengan waktu suatu kejadian. Suatu peristiwa atau kejadian bisa
berlangsung di masa lampau atau the past, saat ini atau the present
dan di masa mendatang atau the future.
B. Jenis-jenis Tenses
Pada dasarnya Tenses bisa dibagi menjadi 3 jenis yakni Present, Past dan Future dan setiap Tenses tersebut masing-masing memiliki empat jenis Tenses lagi seperti dijelaskan berikut ini.
1. Present Tense
Prinsip
dasar dari Present Tense adalah menggunakan kata kerja (verb) bentuk ke-1.
Present Tense ini dibagi lagi menjadi 4 tense berbeda yang terdiri dari:
· a. Simple Present
Fungsi Tense
ini digunakan untuk menyatakan kebiasaan, fakta, kebenaran umum dan keadaan
pada saat sekarang ini.
Rumus : Subject + Verb 1 + Object/Adverb
Contoh : The class begins at seven. (Kelas dimulai jam 7)
Rumus : Subject + Verb 1 + Object/Adverb
Contoh : The class begins at seven. (Kelas dimulai jam 7)
· b. Present Continuous
·
c. Present Perfect
Fungsi Tense
ini digunakan untuk mengungkapkan suatu kejadian yang telah dimulai di waktu
lampau dan masih berlanjut sampai sekarang atau telah selesai pada suatu titik
waktu tertentu di masa lalu dan ada hubungannya dengan saat sekarang.
Rumus : Subject + has/have + Verb 3 + Object/Adverb
Contoh : I have known him for years. (Saya telah mengenalnya beberapa tahun)
Rumus : Subject + has/have + Verb 3 + Object/Adverb
Contoh : I have known him for years. (Saya telah mengenalnya beberapa tahun)
· d. Present Perfect Continuous
Fungsi Tense
ini untuk mengungkapkan kegiatan yang dimulai di masa lalu dan sekarang masih
berlangsung.
Rumus : Subject + has/have + been + Verb ing + Object/Adverb
Contoh : I have been waiting for you for three hours. (Saya sudah menunggumu selama 3 jam)
Rumus : Subject + has/have + been + Verb ing + Object/Adverb
Contoh : I have been waiting for you for three hours. (Saya sudah menunggumu selama 3 jam)
2. Past Tense
Prinsip
dasar dari Past Tense adalah menggunakan kata kerja bentuk ke-2. Past Tense ini
dibagi lagi menjadi 4 tense berbeda yang terdiri dari:
· a.Simple Past
Fungsi Tense
ini digunakan untuk suatu peristiwa atau kebiasaan yang terjadi di masa lalu
pada saat tertentu.
Rumus : Subject + Verb 2 + Object/Adverb
Contoh : They went to Lombok yesterday. (Mereka pergi ke Lombok kemarin)
Rumus : Subject + Verb 2 + Object/Adverb
Contoh : They went to Lombok yesterday. (Mereka pergi ke Lombok kemarin)
· b. Past Continuous
Fungsi Tense
ini digunakan untuk peristiwa yang sedang berlangsung atau terjadi di masa lalu.
Rumus : S + was/were + V-ing
Contoh : When they arrived, she was cleaning the room. (Saat mereka tiba, dia sedang membersihkan ruangan)
Rumus : S + was/were + V-ing
Contoh : When they arrived, she was cleaning the room. (Saat mereka tiba, dia sedang membersihkan ruangan)
· c. Past Perfect
Fungsi Tense
ini digunakan dalam pernyataan tentang suatu peristiwa di masa lampau yang
terjadi sebelum peristiwa berikutnya muncul. Kedua peristiwa tersebut
berlangsung di masa lampau.
Rumus : Subject + had + V3
Contoh : They went home after they had submitted their assignment. (Mereka pulang ke rumah setelah menyerahkan tugas)
Rumus : Subject + had + V3
Contoh : They went home after they had submitted their assignment. (Mereka pulang ke rumah setelah menyerahkan tugas)
· d. Past Perfect Continuous
Fungsi Tense
ini digunakan untuk peristiwa di masa lampau yang telah berlangsung beberapa
saat dan ketika peristiwa lain muncul, peristiwa tersebut belum selesai.
Rumus : S + had + been + V-ing
Contoh : She had been watering the plants for three hours when I came.(Ia telah menyirami bunga selama 3 jam ketika saya datang)
Rumus : S + had + been + V-ing
Contoh : She had been watering the plants for three hours when I came.(Ia telah menyirami bunga selama 3 jam ketika saya datang)
3. Future Tense
Prinsip
dasar Future Tense adalah menggunakan kata kerja bentuk 1 tetapi sebelum kata
kerja diawali dengan will/would. Future Tense ini dibagi lagi menjadi 4 tense
berbeda yang terdiri dari:
· a. Simple Future
Fungsi Tense
ini digunakan untuk menyatakan kegiatan atau peristiwa yang akan terjadi di
masa mendatang.
Rumus : S + will + V1 + Object/Adverb
Contoh : I will go to Bali next year. (Saya akan pergi ke Bali tahun depan)
Rumus : S + will + V1 + Object/Adverb
Contoh : I will go to Bali next year. (Saya akan pergi ke Bali tahun depan)
· b. Future Continuous
Fungsi Tense
ini digunakan untuk menyatakan kegiatan yang sedang dilakukan di masa datang.
Rumus : S + will + be + V-ing
Contoh : I will be writing my report when you come. (Saya sedang menulis laporan saat kamu datang nanti)
Rumus : S + will + be + V-ing
Contoh : I will be writing my report when you come. (Saya sedang menulis laporan saat kamu datang nanti)
· c. Future Perfect
Fungsi Tense
ini digunakan untuk menyatakan kejadian yang sudah selesai dilakukan di masa
mendatang ketika kegiatan lain muncul atau sebelum waktu tertentu.
Rumus : S + will + have + V3
Contoh : I will have finished my paper by the time you come. (Saya sudah menyelesaikan makalahnya ketika kamu datang nanti)
Rumus : S + will + have + V3
Contoh : I will have finished my paper by the time you come. (Saya sudah menyelesaikan makalahnya ketika kamu datang nanti)
· d. Future Perfect Continuous
Fungsi Tense
ini digunakan untuk menyatakan suatu kegiatan yang sudah terjadi di masa datang
dan ketika kegiatan lain muncul pada waktu tertentu, kegiatan pertama masih
berlangsung.
Rumus : S + will + have + been + V-ing
Contoh : My mother will have been sleeping for three hours by the time Showimah begins.(Ibuku telah tidur selama 3 jam ketika acara Showimah mulai)
Rumus : S + will + have + been + V-ing
Contoh : My mother will have been sleeping for three hours by the time Showimah begins.(Ibuku telah tidur selama 3 jam ketika acara Showimah mulai)
SUBJECT
– VERB AGREEMENT
Yang
dimaksud dengan subject – verb agreement adalah aturan untuk menyesuaikan
antara verb dengan subject dalam sebuah kalimat. Prinsip dasar yang digunakan
dalam penyesuaian ini adalah “Singular Subject” membutuhkan “Singular Verb”,
dan “Plural Subject” membutuhkan “Plural Verb”. Karena ini adalah prinsip dasar
dari subject – verb agreement, ayo kita bahas secara rinci.
Singular
Subject
Apa yang
dimaksud dengan singular subject ? Singular subject artinya subject tunggal,
maksudnya disini subject dalam kalimat tersebut hanyalah satu orang. Namun
perlu di ingat, yang dihitung sebagai singular subject adalah subject yang
termasuk dalam orang ketiga tunggal saja (termasuk pronoun), jadi “I” dan “You”
tidak termasuk dalam singular subject. Berikut ini adalah yang termasuk dalam
singular subject : Amanda, Kurnia, She, He, It, The cat, The building, dan
sebagainya.
Singular
Verb
Apa yang
dimaksud dengan singular verb ? Singular verb artinya verb tunggal, maksudnya
disini adalah bentuk verb yang digunakan khusus untuk subject singular saja.
Lalu seperti apa bentuknya singular verb itu ? jika kita perhatikan, umumnya
yang sangat terlihat adalah pada tenses simple present. Karena singular verb
dalam simple present tense berupa V1 yang mendapat tambahan akhiran “-s / -es”,
seperti kata “Go” yang berubah menjadi “Goes”. Sedangkan kalau dalam tenses
simple past, bentuk singular verb ini akan terlihat dalam kalimat nominal nya.
Yaitu dengan adanya to be “was” untuk singular subject. Berikut ini adalah yang
termasuk dalam singular verb : drinks (V1+ s/es), does, is, was, is going to,
has, dan sebagainya.
Plural
Subject
Apa yang
dimaksud dengan plural subject ? Plural subject artinya subject jamak,
maksudnya disini adalah subject dalam kalimat tersebut terdiri dari lebih satu
orang. Yang termasuk kedalam plural subject adalah sebagai berikut ini : Mr.
and Mrs Jack, My sister and I, They, We, dan sebagainya.
Plural Verb
Hampir sama
dengan penjelasan di atas, plural verb artinya verb jamak, maksudnya adalah
verb yang digunakan khusus untuk subject plural saja. Seperti apa bentuknya
plural verb itu ? berlawanan dengan bentuk singular verb, plural verb dalam
simple present tense adalah V1 saja tanpa adanya penambahan apa apa, misalnya :
go, do, drink, eat dan sebagainya. Untuk di kalimat nominal, to be yang
digunakan adalah “are” pada present tense dan “were” pada past tense.
Subject I
dan You
Terkhusus
untuk kedua subject ini kita menerapkan cara yang berbeda. Walaupun keduanya
berbentuk singular, namun mereka akan di pasangkan dengan plural verb jika
digunakan dalam kalimat. Tapi jika kalimatnya merupakan kalimat nominal (tidak
ada verb), maka dalam present tense “I” akan dipasangkan dengan to be “am” dan
“You” dipasangkan dengan “are”. Sedangkan dalam past tense, “I” akan
berpasangan dengan “was” dan “you” dengan “were”.
Info
Tambahan
Beberapa
indefinite pronoun seperti : anyone, everyone, everybody, someone,
no one, nobody selalu dianggap singular, untuk itu, gunakanlah
singular verb pada kalimat yang menggunakan pronoun tersebut.
Indefinite
pronoun “all” dan “some” dapat ditentukan singular atau pluralnya tergantung
pada apa yang mereka rujuk. Jika benda yang di rujuk adalah countable noun,
maka akan bersifat plural, sebaliknya jika benda yang dirujuk adalah
uncountable noun, maka sifatnya singular. Perhatikan dua contoh berikut supaya
jelas.
Contohnya :
Some of the
chairs are missing.
Some of the
money is missing.
Kata “none”
dapat bermakna singular ataupun plural, pada umumnya tidak masalah jika kita
ingin menggunakannya bersama singular ataupun plural verb, kecuali ada sesuatu
yang lain di dalam kalimat tersebut yang menjelaskan jumlahnya.
Contohnya :
None of them
claims to be the owner of the dog.
None of them
claim to be the owner of the dog.
None of the
boys bring their lunch box.
Collective
noun seperti : glasses, pants, scissors dan sebagainya dianggap plural,
sehingga akan digunakan bersama plural verb juga. Kecuali kata tersebut diawali
dengan frasa “pair of” barulah dianggap singular.
Contohnya :
My glasses
are on the table.
Nah agar
penjelasan diatas lebih mudah dimengerti, ayo kita lihat contoh kalimat subject
– verb agreement berikut ini.
Contoh
Kalimat Subject – Verb Agreement
Miss Anita is
our English teacher.
She goes
to school everyday.
Miss Anita
and Miss Yuana love their student.
Miss Yuana was
sick yesterday.
We went
to her house.
Miss Anita is
going to go to Miss Yuana’s house tonight.
Pronoun
Secara Bahasa Pronoun berarti Kata ganti diri.
- a pronoun is a word that is used in place of a noun or a noun phrase. Pronouns therefore take the positions of nouns in sentences. Pronoun adalah kata yang digunakan Pada tempat Noun atau Noun Phrase. Oleh karena itu pronoun sering disebut sebagai kata yang mengambil atau menempati posisi Noun/ Noun Phrase.
- A pronoun is a word that takes the place of or refers to a noun. Pronoun adalah kata yang mengambil tempat atau menjelaskan Noun.
- Pronoun is The part of speech that substitutes for nouns or noun phrases and designates persons or things asked for, previously specified, or understood from the context. Pronoun merupakan bagian dari part Of speech yang berfungsi menggantikan Noun atau Noun phrase dan menunjukkan orang, benda atau berupa pertanyaan yang sebelumnya secara spesifik atau pemahaman dari sebuah konteks.
Fungsi Pronoun
1. Pronoun
sebagai subjek
Pronoun
sebagai subjek yaitu kata ganti bertindak sebagai subjek yang melakukan aksi
atau tindakan dalam sebuah kalimat.
Contoh Kalimat:
• I write a
letter for my cousin in Jakarta.
(Saya
menulis sebuah surat untuk sepupu saya di Jakarta)
• We play
basketball with at the school field.
(Kami
bermain bola basket di lapangan sekolah)
2. Pronoun
sebagai objek
Pronoun
sebagai objek yaitu kata ganti bertindak sebagai objek yang dikenai aksi atau
tindakan oleh subjek dalam sebuah kalimat.
Contoh
Kalimat:
• My best
friends visited me yesterday morning.
(Teman – teman
baik saya mengunjungi saya kemarin pagi)
• Mother
asked her to buy vegetables at the market.
(Ibu meminta
dia untuk membeli sayuran di pasar)
3. Pronoun
sebagai objek preposisi
Pronoun
sebagai objek preposisi yaitu kata ganti terletak setelah kata preposisi (on, in,
beside, at, dan sebagainya).
Contoh
Kalimat:
• The man is
standing in front of her.
(Pria
tersebut sedang berdiri di depan dia)
• The
students went to a swimming pool and swam in it.
(Para siswa
pergi ke kolam renang dan berenang di sana)
4. Pronoun
sebagai pelengkap (complement)
Pronoun
sebagai pelengkap yaitu kata ganti digunakan untuk melengkapi atau membantu
menerangkan kata benda (noun).
Contoh
Kalimat:
• The white
cat with blue eyes is my pet.
(Kucing
putih dengan mata biru tersebut adalah binatang peliharaan saya)
• The woman
in yellow dress is his mother.
(Wanita yang
memakai gaun kuning adalah ibunya)
SUMBER
https://fauziauzhe.wordpress.com/2015/05/11/subject-verb-complement-modifier/
http://faizreynaldiswandi.blogspot.com/2017/03/subject-verb-complement-modifier.html
https://maxinroe.blogspot.com/2017/10/pengertian-subject-verb-complement-dan.html
https://www.sederet.com/tutorial/phrases-verb-phrase/
https://parekampunginggris.co/2017/10/18/pengertian-rumus-dan-contoh-tenses-bahasa-inggris/
http://www.bigbanktheories.com/subject-verb-agreement-dan-penggunaannya-dalam-kalimat/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar