SISTEM KENDALI PERANGKAT LISTRIK
MENGGUNAKAN MEDIA SMS (SHORT MESSAGE SERVICE)
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Terbatasnya sumber daya energi dinegara
kita menuntut
pemerintah untuk menaikkan tarif dasar
penggunaan listrik. Dengan tarif
listrik yang tinggi sekarang ini maka
penggunaan listrik untuk kebutuhan
sehari-hari di upayakan untuk
diminimalisasi sekecil mungkin. Dengan
digalakkanya berbagai hal yang
berhubungan dengan energi listrik, yang
diantaranya pengurangan penggunaan listrik
pada pukul 17.00-21.00 ataupun
penggunaan listrik yang tak berguna.
Oleh karena itu untuk memulai efisiensi
penggunaan energi listrik dapat kita
mulai dari penggunaan lampu sebagai
media penerangan sesuai kebutuhan.
Perkembangan teknologi yang semakin
pesat mempengaruhi suatu
sistem dan efisiensi operasional dalam
mengendalikan sebuah peralatan. Di
abad sekarang ini dibutuhkan
fasilitas-fasilitas yang memadai untuk
pengembangan usaha guna mencapai tujuan
meningkatkan pelayanan pada
masyarakat. Dalam hal ini salah satunya
adalah penggunaan sistem
komputerisasi yang diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari. Penggunaan
sistem komputerisasi akan membuat proses
kinerja efektif dan efisien. Dilain
pihak perkembangan pengguna layanan
teknologi mobile phone yang paling
meledak adalah penggunaan jasa layanan
pesan singkat atau sering dikenal
SMS (Short Message Service).
Dengan menggabungkan dua perkembangan
teknologi (komputer dan mobile phone)
akan dapat kita bayangkan bagaimana
meledaknya teknologi gabungan ini.
perintah sederhana mulai dibutuhkan oleh
para pengguna yang
membutuhkan kemudahan dalam
mengendalikan lampu. Sistem kendali jarak
jauh juga dibutuhkan untuk memudahkan
pengguna dalam memangkas
penggunaan energi listrik. Sehingga
jarak yang menjadi kendala dalam
mengendalikan sebuah perlatan dalam hal
ini khususnya adalah peralatan
dengan komsumsi energi listrik dapat
kita hindari.
Untuk menjawab hal-hal yang telah
diungkapkan diatas maka
dibangunlah suatu sistem kendali
alat-alat yang menggunakan energi listrik
untuk menjalankan sistem yang dibawa
didalam alat tersebut dari jarak jauh
(remote system). Sedangkan alat
yang dapat digunakan untuk mengendalikan
alat listrik salah satunya adalah
melalui media pesan singkat mobile phone
atau sering dikenal dengan sebutan SMS.
Dengan menggunakan media pesan
sms sebagai alat pengendali, dapat
mempermudah pengguna untuk memantau
penggunakan energi listrik dari jarak
jauh (dalam ketentuan daerah tersebut
berada dalam lingkup sinyal provider
yang digunakan). Dengan sistem ini
diusahakan dapat menekan tingginya laju
penggunaan energi listrik.program
ini diberi nama EPCS (Electric
Pheriperal Control System) Using SMS Media
untuk lebih mudah dalam menyebutkannya
disaat penggunaan nanti.
Tujuan
Membuat sistem pengedalian dan
monitoring jarak jauh berbasis computer dengan menggunakan handphone.
Permasalahan
Sistem hanya membahas tentang system
kendali ON/OFF alat listrik
menggunakan media SMS.
sistem ini hanya berlaku dengan kondisi
jika tegangan AC yang berasal
dari PLN setempat dalam keadaan ON,
sehingga jika dalam kondisi
mati/OFF user masih tetap dapat mengirim
pesan menuju HP server dan
diterima oleh HP server namun, HP server
tidak dapat mengirim data yang
diterima untuk diimplementasikan.
METODE PENELITIAN
Dalam
pembangunan Aplikasi sistem kendali perangkat listrik
menggunakan
media SMS, metode pengembangan perangkat lunak yang
digunakan
adalah model waterfall. Dimana pekerjaan dilakukan secara
bertahap,tahapan
pertama harus selesai dilakukan sebelum melangkah pada
tahapan
berikutnya.
Perancangan Konsep
Konsep
dari rancangan program yang digunakan untuk
menciptakan
sebuah aplikasi pengendali kondisi perangkat listrik ini adalah
dengan
mempertimbangkan beberapa aspek teknologi yang berkembang dan
juga
untuk efisiensi penggunaan perangkat tingkat lanjut. Sebagai dasar
Gambar
3.1. Skema koneksi
aplikasi dengan perangkat Output
Dari
konsep dasar pada gambar diatas urutan dalam tahapan perancangan konsep
aplikasi yang dibangun adalah sebagai berikut.
Gambar 3.2. Konsep
program EPCS Using SMS Media.
Konsep
program diatas memiliki prinsip kerja sebagai berikut:
SMS
yang datang dari pengguna diterima oleh ponsel terminal
(penerima/pengirim).
SMS
dari pengguna yang ada dalam ponsel terminal diambil oleh program
SMS Gateway .
SMS
dari pengguna akan di konfersi dari bentuk PDU menjadi teks dan
dimasukkan
ke tabel menurut format SMS tersebut. Teks SMS yang
berupa
kata kunci di gunakan untuk mengendalikan perangkat berdasarkan
kata
kunci yang dikirimkan (ON/OFF Perangkat).
Program
akan melakukan query ke basis data berdasarkan isi SMS dari
pengguna.
Hasil
query basis data yang telah diproses oleh program aplikasi dikirim
ke
SMS Gateway
SMS
Gateway memberikan ouput terhadap alat yang digunakan.
(perangkat
relay)
Perangkat
relay menanggapi output dari aplikasi SMS Gateway dengan
memberikan
tanggapan perintah terhadap perangkat listrik yang
terkoneksi.
Desain Program
Tahapan
selanjutnya dalam merealisasikan sebuah konsep
rancangan
dan faktor pendukung aplikasi yang ingin diciptakan dari sebuah
konsep
maya menjadi sebuah aplikasi nyata dengan menuangkannya kedalam
sebuah
desain produk yang menarik dan atraktif sehingga menajdi point
tambahan
dari segi penglihatan.
Pengkodean (Coding)
Pengkodeaan
atau coding adalah membentuk sebuah aplikasi
dengan
memberikan script-script procedure maupun fungsi yang kemudian
menjadi
perintah-perintah internal dalam sebuah program sehingga program
dapat
mengolah data input dari pesan yang dikirim menjadi data output yang
diimplementasikan
pada perangkat listrik.
Pengujian (Testing)
Tahap
terakhir pembuatan program adalah Testing. Pengujian
prorgam
mutlak dibutuhkan agar program tidak hanya menjadi program
abstrak
karena tidak dapat berjalan pada saat penggunaan.
Didalam
pengujian program yang perlu diingat adalah kesalahan
yang
dapat terjadi dalam tahapan sebelumnya (pengkodean/coding).
Kesalahan-kesalahan
yang dapat muncul diantaranya:
Kesalahan Bahasa (Language Errors)
Kesalahan
bahasa adalah kesalahan didalam penulisan Source
program
yang tidak sesuai dengan yang disyaratkan. Jika diibaratkan dalam
kehidupan,
kesalahan bahasa adalah penggunaan bahasa yang tidak sesuai
dengan
kaidah baku yang telah ditetapkan.
Kesalahan sewaktu proses (Run Time Errors)
Kesalahan
sewaktu Proses adalah kesalahan yang terjadi sewaktu
executeable program
dijalankan. Kesalahan ini akan menyebabkan proses
program
berhenti sebelum selesai pada saatnya. Karena kompiler menemukan
kondisi-kondisi
yang belum terpenuhi yang tidak dapat dikerjakan.
Kesalahan Logika (Logical Errors)
Kesalahan
logika adalah kesalahan dari logika program yang
dibuat.
Kesalahan seperti ini sulit ditemukan karena tidak ada pemberitahuan
mengenai
kesalahan dan tetap akan didapat hasil dari proses program namun
hasil dari
eksekusi yang dikerjakan bernilai salah.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Study Kelayakan
Program
kendali peralatan listrik menggunakan media pesan
merupakan
salah satu terobosan terhadap kebutuhan efisiensi dan sistem
kendali
yang tidak tergantung pada jarak. Progam kendali ini (EPCS Using
SMS
Media) menerapkan aplikasi sistem berbasis pesan singkat yang sudah
umum
digunakan oleh masyarakat. Kemudahan-kemudahan yang disuguhkan
pada
program dengan tampilan yang menarik,tombol kendali yang apik,dan
juga
terdapat pada sistem kontrol yang menjadi temanya.
EPCS
menggunakan dua mode kendali yaitu:
1.
Sepenuhnya manual dengan tambahan menggunakan timer.
2.
Mengunakan media SMS sebagai kendali langsung
Kebutuhan Bahan
Aplikasi Short Message Service (SMS)
Penggunaan
SMS sebagai media pengendali tergantung pada laju
lalu-lintas
jaringan yang disediakan oleh operator, jika laju lalu-lintas padat
maka
proses pengiriman SMS akan terganggu. Namun hal tersebut tidak akan
terjadi
dalam kondisi normal,sehingga kendali lampu dapat berjalan sesuai
perintah.
Kinerja SMS juga tak lepas dari SMS gateway sebagai jembatan
penghubung
untuk mengendalikan alat yang digunakan. SMS gateway
digunakan
untuk mengkonversi bentuk pesan PDU dari SMS menjadi pesan
berbentuk
Text. Sehingga SMS yang dikirim dapat diimplementasikan untuk
kendali
keluaran perangkat yang digunakan.
Setting koneksi Ponsel dengan PC
Penggunaan
ponsel pabrikan Nokia dengan Tipe N5110 sebagai
ponsel
server mempertimbangkan beberapa kemudahan yang dimiliki,
diantaranya
setting untuk SMS Centre (pusat pesan,jenis pesan,validitas waktu
pesan)
dan juga setting profil biasa (laporan kiriman,jawab lewat pusat pesan
yng
sama). Hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengaturan pesan
adalah
Pusat pesan,jenis pesan,laporan kiriman.
Untuk
koneksi, pengaturan yang perlu diperhatikan adalah model
ponsel(tipe
ponsel), nomor port yang digunakan, dan jenis media penghubung
antara
ponsel dan PC. Untuk Nokia N5110 yang menggunakan kabel data
melalui
serial port setting yang dilakukan yaitu model ponsel = 51**, Port = 2,
Koneksi
DAU-9P.
Koneksi Saklar elektronik dengan PC
Selain
koneksi ponsel dengan PC yang perlu diperhatikan adalah
koneksi
antara PC dengan saklar elektronik. Koneksi antara saklar elektronik
dengan
PC menggunakan DB-25 sebagai konektor.
Program Aplikasi
Sebagai
media pembangun aplikasi yang dikerjakan digunakan
Borland
Delphi 7. Penggunaan Borlan Delphi 7 dikarenakan kemudahan yang
disediakan
oleh program itu sendiri dan juga penggunaannya yang lebih
familiar.
Kemudahan lain yang disediakan dalam Delphi 7 adalah dalam hal
mengatur
tampilan program yang diciptakan, untuk lebih terlihat menarik.
Kebutuhan Software
Bahasa Pemrograman
Bahasa
Pemrograman adalah sebuah literatur bahasa dalam
pemrograman
yang berfungsi sebagai alat pengembang sebuah program
aplikasi,
bahasa pemrograman yang digunakan adalah Borland Delphi 7.0.
Komponen
Toxygen SMS digunakan sebagai komponen untuk koneksi
dengan
HP yang digunakan.
Software Database
Microsoft Access 2003
digunakan dalam pembuatan database.
Database disini
digunakan untuk menyimpan pesan SMS yang telah diterima
oleh
program. Sehingga dapat ditampilkan sebagai log pesan
Operating System
Operating System adalah
program yang digunakan sebagai jembatan
antara
hardware dengan program aplikasi. Untuk kebutuhan Operating System
program
EPCS Using SMS Media menggunakan Operating System berbasis
Windows
XP Profesional SP 2.
Kebutuhan Hardware
Program
EPCS Using SMS Media membutuhkan seperangkat
Hardware untuk
dapat merealisasikan hasil inputan yang diberikan. Hardware
yang
dibutuhkan diantaranya :
Personal Computer (PC) Penunjang
Processor :
Intel Pentium IV
Memory : 512 Mbyte
Hardisk : 40 Gbyte
Cd – Room :
52 X
Monitor
: 15 inc
UPS
: 600 VA
Ponsel (HP)
a.
HP Server
Untuk
server sistem menggunakan HP pabrikan Nokia dengan seri N5110.
b.
HP Client
Untuk
client sistem tidak memberikan patokan jenis maupun tipe ponsel
yang
digunakan, segala jenis ponsel dapat digunakan sebagai HP client.
Baik
bersistem jaringan GSM maupun CDMA. Syarat yang dibutuhkan
sebagai
HP client adalah mampu mengirimkan SMS sesuai dengan format
yang
telah ditentukan oleh program EPCS Using SMS Media.
Saklar Elektronik
Resistor
: 1 kilo ohm 12 buah
Dioda
: 1N4148 dan 1 N4002 12 buah
Konektor
Parallel Port : DB-25 1 Pasang
Transistor
: 2N2222A 4 Buah
Lampu
indikator : led 3 Volt 8 Buah
Relay
DC : 12 Volt 4 Buah
Kabel
serabut : 30 meter
Papan
Sirkuit : 30x10 cm
Transformator
AC/DC : 1 Buah
Implementasi Program
Sistem
kerja dasar yang diciptakan pada aplikasi EPCS Using SMS
Media adalah dengan
menggunakan input perintah yang berasal dari sebuah
pesan
singkat (SMS).
1.
User mengirimkan SMS.
2.
SMS yang dikirimkan oleh user tersebut diolah oleh program untuk
dicocokkan
dengan perintah yang ada pada program.
3.
Jika SMS yang dikirim sesuai sesuai dengan script yang ada pada program
maka
inputan yang berasal dari SMS tersebut akan diteruskan ke output
Selain
menggunakan kendali SMS sistem juga menyediakan
kendali
manual dengan menggunakan timer. Timer disini berfungsi
selayaknya
SMS, dimana program akan secara otomatis mengendalikan nyala
peralatan
yang tersambung sesuai dengan set timer yang digunakan. Cara kerja
dari
timer tersebut adalah sebagai berikut :
1.
User mengeset timer sesuai kebutuhan.
2.
Untuk timer On.
Timer menyimpan waktu yang diinginkan oleh
user. Jika waktu realtime
sesuai dengan waktu yang digunakan pada timer,
maka timer akan
mengaktifkan peralatan yang tersambung
untuk seterusnya.
3.
Untuk timer
Timer
menyimpan format waktu yang diset oleh user. Jika waktu realtime
sesuai
dengan waktu yang digunakan pada timer, maka timer akan
menonaktifkan
peralatan yang tersambung untuk seterusnya.
Keunggulan dan Kelemahan Sistem
Keunggulan
Implementasi
dari sistem pada kehidupan sehari-hari memiliki
keunggulan
antara lain :
a.
Sistem kendali perangkat listrik ini dirancang berbasiskan GUI (Graphic
User Interface),
sehingga pengoperasian sistem sangat mudah.
b.
Sistem ini mempunyai 2 modus kerja
1.
Modus SMS
Didalam
modus SMS, user dapat mengendalikan perangkat pada
sistem
dengan mengirimkan pesan ke no HP server sesuai dengan
format
yang telah ditentukan.
2.
Modus manual
Didalam
modus manual, otomatisasi sistem terintegrasi kedalam dua
bagian,
yaitu otomatisasi berdasarkan waktu (hidup atau mati) dan
otomatisasi
dengan menekan langsung tombol (untuk All On dan All
Off), memberikan
tanda pada pada checkbox dan juga dengan menekan
pada
tampilan lampu langsung. Sehingga untuk menghidupkan atau
mematikan
perangkat listrik tidak perlu bersusah-payah beranjak dari
tempat
kerja.
c.
Sistem kendali perangkat listrik dapat di implementasikan pada perangkat
listrik
AC (Alternating Current), seperti lampu pijar, kipas angin, Televisi,
komputer,
dan perangkat listrik lainnya.
d.
Driver saklar elektronik yang dgunakan untuk menghubungkan PC dengan
perangkat
listrik dibuat menggunakan sistem opto-triac yang memiliki
tingkat
respon dan kestabilan sistem yang tinggi.
e.
Sistem kendali perangkat listrik yang dirancang di fokuskan untuk
meningkatkan
efisiensi waktu terhadap pemakaian listrik pada perangkat
yang
digunakan. Jadi sedikit banyak dapat menghemat penggunaan listrik
(di
asumsikan penggunaan komputer sudah menjadi kebutuhan yang
rutin).
Kelemahan
Setiap
sistem pasti memiliki kelemahan namun kelemahan tersebut
diharapkan
dapat menjadi point perbaikan pada sistem selanjutnya.
Kelemahan
pada sistem yang sekarang telah dikembangkan adalah:
a.
Sistem dirancang dengan menggunakan media SMS sebagai input
perintah,
namun sistem belum mampu memberikan status kondisi dari
perangkat
yang digunakan pada user. Sehingga user tidak dapat
mengetahui
kondisi dari perangkat yang digunakan.
b.
Karena sistem berjalan dalam PC, sehingga untuk memperoleh kegunaaan
dari
sistem yaitu otomatisasi pada perangkat listrik, driver saklar harus
selalu
terhubung dangan PC dan sistem program diaktifkan (dijalankan).
Oleh
sebab itu apabila PC tidak dinyalakan atau mati maka sistem juga
tidak
dapat berjalan sebagaimana mestinya.
c.
Sistem dirancang menggunakan pemrograman yang menggunakan
interface port paralel,
sehingga apabila dalam PC tidak terdapat komponen
port paralel
sistem tidak dapat diterapkan.
d.
Penggunaan HP sebagai server dengan koneksi melalui kabel dapat
mengurangi
kepraktisan tempat yang digunakan dan akan terlihat kurang
rapi.
Daftar pustaka
Jogiyanto, HM. 2001. ”Analisa dan Desain Sistem Informasi”. Andi Offset.
Yogyakarta.
Zakaria, Teddy markus. Widiadhi, Josef. 2006.”Aplikasi SMS untuk Berbagai
Keperluan”. Informatika. Bandung.
Anonim, “SMS Gateway”. http://www.warungbarokah.com
Anonim, “SMS Gateway Semakin Berkembang”. http://www.pcmedia.com
Anonim, “SMS Gateway”. http://www.teknisoft.net
Anonim, “Kendali Listrik menggunakan Port Printer” http://www.Teknisoft.net
Daftar pustaka
Jogiyanto, HM. 2001. ”Analisa dan Desain Sistem Informasi”. Andi Offset.
Yogyakarta.
Zakaria, Teddy markus. Widiadhi, Josef. 2006.”Aplikasi SMS untuk Berbagai
Keperluan”. Informatika. Bandung.
Anonim, “SMS Gateway”. http://www.warungbarokah.com
Anonim, “SMS Gateway Semakin Berkembang”. http://www.pcmedia.com
Anonim, “SMS Gateway”. http://www.teknisoft.net
Anonim, “Kendali Listrik menggunakan Port Printer” http://www.Teknisoft.net



